Friksi KPU dan Bawaslu

Persoalan men genai syarat bakal calonanggota legislatif (caleg) yang melibatkan friksi antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum tuntas. KPU tetap bersikukuh untuk mencoret bakal caleg yang pernah menjadi narapidana korupsi, bandar narkoba, dan kejahatan seksual anak. Bagi KPU itu adalah batasbatas etik yang tidak bisa dilanggar. Sebaliknya, Bawaslu menilai bahwa bakal caleg yang pernah menjadi terpidana korupsi tetap berhak untuk menjadi peserta pemilu berdasarkan asas hukum dan hak asasi manusia. Polemik Hukum Pangkal persoalan adalah terbitnya Peraturan KPU (PKPU) No 20 Tahun 2018. Menurut Bawaslu, PKPU tersebut sejak semula sudah menuai kontroversi. Bawaslu sudah mewanti-wanti agar aturan mengenai tidak bolehnya mantan terpidana korupsi, bandar narkoba, dan kejahatan seksual anak menjadi bakal caleg tidak masuk dalam PKPU.

Kementerian Hukum dan HAM juga mengeluarkan peringatan serupa. Alasannya adalah PKPU tersebut bertentangan dengan UUD 1945 yaitu Pasal 28 J. Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pasal ini sendiri sejalan dengan Konvensi Dunia mengenai Hak Asasi Manusia bidang sipil dan politik. Semua warga negara pada hakikatnya mempunyai hak memilih dan dipilih. Karena PKPU adalah aturan di bawah konstitusi, maka PKPU harus taat asas yaitu mengikuti ketentuan yang diberikan oleh konstitusi. Apabila ketentuan PKPU bertentangan dengan ketentuan konstitusi, m a k a k e t e n t u a n PKPU lah yang batal demi hukum. Begitu hirarki yang berlaku di seluruh negara hukum. S e l a n j u t n y a PKPU 20/2018 juga dianggap bertentangan dengan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Tidak ada ketentuan dalam UU 7/2017 yang melarang mantan terpidana korupsi, kejahatan seksual anak, dan bandar narkoba menjadi caleg. Sekali lagi, PKPU tidak boleh mempunyai ketentuan yang bertentangan dengan aturan di atasnya. Alasan Bawaslu selanjutnya adalah bahwa sebenarnya tidak ada aturan dalam PKPU yang melarang napi korupsi dilarang menjadi caleg. Pasal 4 PKPU 20/2018 menurut Ketua Bawaslu, Abhan, hanya mengatakan bahwa “dalam seleksi bakal calon secara demokratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual anak, dan korupsi.”

Menurut Abhan, jika partai politik meloloskan Caleg dengan latar belakang tersebut, maka yang melakukan pelanggaran adalah ketua umum dan sekjen partai yang bersangkutan. Maka urusannya bukan kepada caleg. Selain itu, Pada Pasal 7 PKPU yang sama tidak disebutkan sama sekali mengenai syarat larangan mantan terpidana sebagaimana dimaksud untuk menjadi caleg. Secara formal, terjadi ketidakselarasan antara Pasal 4 dan Pasal 7. Mengingat Pasal 7 PKPU 20/2018 sesuai dengan UU 7/2017, maka yang lebih kuat untuk dijadikan landasan hukum adalah Pasal 7, bukan pasal 4. Di sisi lain, KPU juga mempunyai alasan untuk menerbitkan larangan tersebut. Menurut KPU, korupsi adalah kejahatan luar biasa sehingga perlu diatur dalam aturan yang khusus dan tegas. Komisioner KPU juga menilai bahwa PKPU 20/2018 tidak melanggar UU 7/2017. KPU berpendapat bahwa yang disebut sebagai kejahatan luar biasa dalam UU 7/2017 memang kejahatan seksual anak dan bandar narkoba. Ini menjadi semacam perluasan dari definisi kejahatan luar biasa, sebagaimana dimaksud UU 7/2017. Namun bagi KPU korupsi juga merupakan kejahatan luar biasa sehingga mereka yang pernah terpidana korupsi tidak boleh mencalonkan diri sebagai caleg. Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan bahwa KPU punya kewenangan untuk membuat tafsiran atas UU 7/2017, dan kemudian membuat peraturan sebagaimana tafsiran tersebut. Perluasan tafsiran atas definisi atau konsep dalam UU, menurutnya, bukanlah sebuah pelanggaran atas UU. Ruang itu bisa diambil oleh KPU dalam berbagai aspek, bukan hanya tentang definisi kejahatan luar biasa, tetapi aspek lain seperti aksesibilitas kelompok difabel.

Kekosongan Hukum Perbedaan pendapat antara KPU dan Bawaslu ini menuai persoalan hubungan kelembagaan dan konsekuensi hukumnya. KPU menilai Bawaslu menafsirkan PKPU semaunya. Tudingan itu ditolak oleh Bawaslu. Sebaliknya, Bawaslu menuding KPU membuat aturan semau sendiri dan tidak taat asas sesuai hirarki hukum. Penafsiran KPU atas sebagian isi UU 7/2017 tidak berpijak pada UU itu sendiri. Mengenai perbedaan pendapat ini telah diajukan untuk diuji materi kepada Mahkamah Agung (MA) dan sampai saat ini belum keluar hasilnya.

Para Istri Menangis dan Memohon Pengampunan Negara

Raut kesedihan terli hat di wajah Chit Su Win dan Pan Ei – Mon, saat keduanya menghadiri jumpa pers, pascavonis hakim Pengadilan Myanmar, yang menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada kedua suami mereka. Wa Lone, suami Pan Ei Mon, dan Kyaw Soe Oo, suami Chit Su Min, adalah dua wartawan Reuters, yang ditangkap saat melakukan peliputan tentang kekerasan terhadap etnis Rohingya, di Provinsi Rakhine, yang mengungsi ke Bangladesh. Pada Selasa (4/9), Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, karena dianggap memiliki dokumen ilegal dan melawan negara. Keduanya ditangkap polisi pada Desember 2017. Ketika diberi kesempatan untuk memberi pernyataan, Chit Su Win dan Pan Ei Mon tak mampu menahan tangis. Keduanya menangis dan memohon pengampunan negara, agar suami mereka dapat dibebaskan.

Pan Ei Mon, mengatakan bahwa dia sangat terkejut dengan hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan hakim kepada suaminya, Wa Lone. Dia tidak pernah membayangkan bahwa hukuman terhadap suaminya akan seberat itu. “Saya tidak pernah membayangkan hukumannya akan seberat itu, karena semua orang tahu bahwa mereka tidak melakukan kesalahan,” kata Pan, seperti dikutip BBC, Selasa (4/9). Dia mengaku, sangat sedih dan sakit hati dengan vonis tersebut, karena itu berarti dia harus terpisah dengan suaminya, yang bahkan belum sempat melihat putri mereka yang baru dilahirkan. Pan melahirkan anak pertamanya bersama Wa Lone pada 9 Agustus 2018. “Setelah saya melahirkan, saya harus tetap kuat dengan harapan bahwa putri saya dan ayahnya akan segera bertemu. Tapi saya merasa harapan itu hancur setelah vonis hakim. Saya putus asa sekarang,” kata Pan, sambil meneteskan air mata. Hal yang sama juga disampaikan Chit Su Win, istri Kyaw Soe Oo. Dia berbicara kepada wartawan dengan suara yang tersendat-sendat sambil meneteskan air mata. “Saya awalnya percaya bahwa suami saya akan bebas. Tapi itu tidak terjadi, saya merasa seperti orang gila,” ujarnya. Membebaskan Para pengacara untuk dua wartawan Reuters, mengaku akan melakukan segala upaya untuk membebaskan klien mereka.

Selain mengajukan banding atau meminta pengampunan negara, para pengacara berharap kedua wartawan itu dapat dibebaskan di bawah amnesti umum bagi tahanan. Kasus penahanan dua wartawan Reuters yang telah dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara tersebut, menarik perhatian dunia. Sejumlah lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Myanmar, telah mengeluarkan kecaman terhadap putusan Pengadilan Myanmar. Tak hanya itu, sejumlah lembaga HAM juga mengkritik tokoh HAM Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang menjadi pemimpin pemerintahan. Meskipun militer yang memerintah negara itu selama setengah abad, Suu Kyi kini memegang kendali utama pemerintahan, setelah partainya menang dalam pemilihan umum pada 2016. Suu Kyi telah bersumpah untuk melakukan transisi yang dipercepat menuju demokrasi penuh. Namun sikapnya terhadap krisis Rohingya telah mengecewakan pendukungnya dan dunia internasional. Peraih Nobel Perdamaian itu, dianggap tak mampu mengendalikan kekerasan terhadap Etnis Rohingya, yang diduga dilakukan oleh kelompok radikal Budha dan didukung oleh kepolisian. Pan Ei Mon mengatakan sangat sedih karena Suu Kyi kini memiliki sikap yang berbeda.

Dalam wawancara dengan penyiar Jepang NHK, pada Juni 2018,Suu Kyi mengatakan bahwa dua wartawan ditangkap karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi, bukan karena mereka mengekspos pelanggaran militer. “Kami sangat sedih karena pernyataan itu disampaikan oleh orang yang selalu kita kagumi dan hormati. Kami merasa sangat sedih karena orang yang kami hormati memiliki pendapat yang salah tentang suami kami,” ujar Pan

Smartphone yang Lancar untuk Trading Forex di Net89

Smartphone yang Lancar untuk Trading Forex di Net89M ustinya sebuah ponsel WindowsPhone tak perlu harus mengejar kemampuan smartphone-smartphone Android. Kenapa? Bukan saja karena di dalam Android sendiri telah terjadi “peperangan” sengit untuk saling unjuk teknologi. Kemudian membuahkan produk teknologi yang lebih cepat. Tetapi juga Microsoft selalu ketinggalan kereta untuk mengemas komponen dan chipset. Mengandalkan pihak partner seringkali juga tak berjalan mulus. Maka, logikanya tak perlu harus banderol mahal. Kecuali jika memang ingin dapat untung tipis. Dan, Nokia Lumia 630 menjadi jawaban kegalauan di atas.Harga miring, produk masih kinyis di pasaran, dan teknologi pun kemasannya paling baru. So, pantas jika sejumlah toko maupun online shop lebih suka menawarkan seri ini ketimbang seri top Lumia 1520 yang masih di atas Rp 9 jeti! Ugh! Kehadiran Oleh Nokia (waktu itu), seri ini tidak diset sebagai hero product yang patut dipajang di pameran kelas internasional. Seri ini muncul pada April 2014. Masuk ke Indonesia rada lama. Tepatnya pada Agustus 2014. Seri ini dirilis dalam dua versi; singleSIM dan dual SIM. Sementara yang beredar kencang di bursa lokal adalah yang kedua.

Maka usianya hingga Januari ini sudah enam bulanan. Setelah itu, Microsoft sangat mengandalkan seri ini untuk mencari untung. Kendati muncul pula seri Lumia 530 yang tak sesukses Pop WindowsPhone tahun 2014 ini.

PILIHAN PALING MASUK AKAL SEBUAH PRODUK WINDOWS PHONE.

Dimensi: 129.5 x 66.7 x 9.2 mm, Berat: 134 gram, 3G: Ya, 4G: Tidak, Layar: IPS LCD 5 inci, OS: Windows Phone 8.1, Chipset: Qualcomm Snapdragon 400, Prosesor: Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7, Memori: 8 GB, 512 MB (RAM), microSD, Kamera: 5 MP (belakang), Koneksi: Bluetooh 4.0, Wi-Fi, microUSB, 3,5 mm audio, Audio : MP3/WAV/ eAAC+/WMA, Video: MP4/H.264/WMV, Baterai: Li-Ion 1.830 mAh

Spesifikasi Close Up Desain Stereotype seri Nokia X tampak sekali memberi pengaruh pada seri ini. Walaupun Nokia X juga mengambil desain dasar Lumia. Adalah cover belakang yang bak sebuah cangkang (sama seperti Nokia X). Namun ada sisi menarik mencermati ponselponsel non-unibody ini. Lumia 630 bisa dikemas di bawah 10 mm tebalnya. Kemudian, warna-warna pastel yang jadi paten Nokia ikut mendukung identitasnya. Cukup simple. Saking simplenya, punggungnya hanya tertera sebuah kamera. Dukungan ClearBlack Display jelas mengurangi efek overlight pada layar yang bikin tampilan tak terlihat. User Interface WP 8.1 yang lebih mengakomodasi lebih banyak menu masuk di homescreen membantu membedakan seri ini dengan WP versi sebelumnya. Dapur Pacu Ponsel-ponsel WP lebih sanggup melakukan kinerja tinggi, karena sistem kompresi yang lebih baik ketimbang OS lain, khususnya Android.

Oleh sebab itu, Lumia 630 cukup menggunakan prosesor dengan kecepatan komputasi 1,2 GHz. Toh dengan konfi gurasi empat inti dapat saling berbagi tugas. Tak pula persoalan pada memori RAM-nya yang hanya 512 MB. Buktinya performa Lumia 630 sudah setara dengan biang-biang Lumia lawas macam seri 720 dan 1020. Fitur Multimedia bukan diletakkan sebagai prioritas, meski kemampuan itu tersedia lengkap. Justru yang didorong untuk pemakaian seri ini adalah mobile internet layaknya Anda bermain dengan PC atau laptop saja. Umpamanya browser Internet Explorer (IE) versi 11, yang submenunya lebih kaya. Aplikasi Offi ce tiada duanya. Tentulah tak sekadar untuk membaca fi le Words/Excel/ PowerPoint tetapi juga membuat dan mengedit. Selain itu Microsoft juga mengangsurkan aplikasi Sport, Weather, Finance, Food & Drinks. Sedangkan Nokia menambahkan dengan Story teller, HERE Maps dan HERE Drive+.

Bahkan masih ditambah aplikasi yang tengah tren seperti Health dan Fitness. Sebuah fi tur menarik adalah Mix Radio yang mengajak Anda untuk memilih lagu-lagu favorit. Termasuk opsi membeli lagu pun tersedia. Contohnya ketika kami menset lagu-lagu metal dari Metallica, Guns N’ Roses, Judas Priest, Iron Maiden. Sayang, seri ini tak dilengkapi dengan pengaturan audio dan equalizer. Sehingga walaupun sudah menggunakan speaker aktif komposisi audio agak kurang nyaman buat telinga. Oh ya sudah bisa BBM juga lho!.

Mouse TTESPORTS Level 10M Desain yang Tidak Biasa dari BMW

Mouse TTESPORTS Level 10M Desain yang Tidak Biasa dari BMW

Thermaltake bekerja sama dengan BMW untuk menciptakan desain yang tidak biasa. Mouse ini terdiri dari dua bagian (atas dan bawah) yang saling terhubung. Bagian atas terbuat dari plastik, dan bagian bawahnya terbuat dari metal aluminium. Sedangkan base-nya terbuat dari bahan teflon. Total terdapat tujuh tombol, termasuk left-click, right-click, dan scroll-wheel. Pada bagian palm rest, tepat di bawah tombol left-click terdapat 12 lubang kecil yang menyerupai sarang lebah untuk aliran udara agar tangan tidak mudah berkeringat. Bagian scroll-wheel-nya dibuat beralur agar lebih presisi ketika digunakan. Sedangkan pada tombol rightclick terdapat empat buah lampu indikator sensitivitas yang sedang digunakan dan pada tombol left-click terdapat garis berbentuk persegi panjang yang dapat menyala.

Sumber : Game Ppsspp

Butuh tangan yang cukup besar untuk dapat menguasai mouse ini. Dari beberapa orang yang mencobanya di CHIP Test Center, rata-rata berpendapat bahwa mouse ini memiliki dimensi yang terlalu besar dan juga panjang (147 x 67.5 x 38,8 mm), belum lagi bobotnya yang mencapai 185 gram. Untungnya, Anda bisa mengatur sudut kemiringan dan juga tinggi mouse dengan menggunakan obeng yang disertakan. Bagian palm dapat dinaik-turunkan hingga 5 mm dan dimiringkan ke kanan atau kiri sebanyak 5°. Kustomisasi ini berguna untuk kenyamanan penggunaan dengan ukuran tangan yang berbeda-beda. Ada tiga tombol pada sisi kiri mouse, yakni tombol A, B, dan Z. Tombol A dan B berfungsi sebagai tombol forward dan back. Tombol Z selain dapat ditekan, juga dapat bergerak empat arah (atas, bawah, kiri, dan kanan). Ketika ditekan akan berfungsi untuk mengbah profil dan mengubah warna LED pada mouse, sementara menggeser ke kiri dan kanan berfungsi untuk mengubah DPI mulai dari 800, 1600, 3200, 5000, dan maksimal 8200 DPI.

Letak ketiga tombol ini terasa kurang nyaman karena berpotensi sering tertekan secara tidak sengaja pada awal-awal penggunaan. Selain tiga tombol di atas, masih ada dua tombol lagi (D dan C) pada bagian kanan mouse. Fungsinya dapat Anda sesuaikan karena berfungsi sebagai tombol makro. Namun, dengan menjalankan aplikasi yang disertakan dalam driver disc, Anda dapat mengatur lebih jauh fungsi-fungsi yang diinginkan dari seluruh tombol yang ada. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membuat profil, mengubah setting DPI, polling rate, scroll speed, mengatur macro key dan key assignment, hingga mengubah warna LED. kesimpulan Jika bosan dengan bentuk mouse yang biasa-biasa saja, Anda perlu mencoba mouse ini. Dimensinya memang besar, namun dapat Anda modifikasi. Performanya responsif dengan fungsi-fungsi macro yang lengkap. Produk sejenis Cyborg R.A.T

instrumen investasi

Cara lain untuk mendapatkan bitcoin adalah dengan membelinya. Tapi, cara membelinya tidak sama dengan ketika kita membeli emas, misalnya. Sebab, bitcoin hanya diperjual-belikan di tempat khusus di dunia maya. Sifatnya yang seperti alat tukar membuat bitcoin diperjual-belikan di sebuah bursa. “Bentuknya kurang lebih sama dengan bursa saham,” kata Oscar. Oleh karena itu, orang yang sebelumnya sudah terbiasa mengamati pergerakan saham atau menginvestasikan uangnya dalam bentuk valuta asing (foreign exchange atau forex) tidak asing lagi dengan tampilan yang ada di bursa bitcoin. Di Indonesia, sebenarnya sudah ada beberapa tempat untuk berjual-beli bitcoin yang dikenal dengan nama bitcoin exchanger. Akan tetapi, ada satu bursa bitcoin yang merupakan bursa bitcoin pertama di Indonesia dengan alamat bitcoin.co.id. bursa tersebut dikelola oleh Bitcoin Indonesia yang dipimpin Oscar.

Setelah resmi dibuka dan diperkenalkan kepada publik bulan Februari lalu, Bitcoin Indonesia sampai saat ini sudah memiliki 5.258 member. Sementara jumlah/nilai transaksinya mencapai 28 bitcoin (setara dengan Rp140.000.000) per hari atau sekitar Rp5.000.000.000 per bulan. Jumlah itu diyakini Oscar akan terus meningkat seiring semakin banyaknya orang yang memiliki bitcoin. Eko Juniarto, seorang penambang bitcoin yang bekerja di salah satu perusahaan TI adalah termasuk salah satu pendukung adopsi bitcoin. Ia optimistis adopsi bitcoin akan semakin meluas dan terus berkembang meskipun tanpa dukungan dari pemerintah. Menurut Eko, penghalang utama adopsi bitcoin di Indonesia adalah FUD (fear, uncertainty, doubt) dari pihak BI.

“Selama FUD itu masih dipropagandakan, kemungkinan orang awam menerima bitcoin sebagai cryptocurrency akan berkurang,” katanya. Tidak jauh berbeda dengan Eko, Oscar pun punya keyakinan yang sama tentang perkembangan bitcoin. Bangkrutnya bursa bitcoin besar di dunia seperti Mt. Gox yang baru-baru ini disusul dengan kebangkrutan Flexcoin, bukanlah indikator runtuhnya kepercayaan pengguna terhadap bitcoin. “Kejadian yang menimpa Mt. Gox bukan disebabkan kelemahan sistem Bitcoin, akan tetapi berkaitan dengan masalah keamanan website-nya,” jelas Oscar. Ia menambahkan, secara teknis, keamanan jaringan Bitcoin belum ada yang bisa menembus.

Sejumlah pendukung bitcoin bahkan menyebut kejatuhan Mt. Gox menguntungkan dan menandai periode amatir cryptocurrency ini. Seperti diketahui, Mt. Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan di Jepang pada akhir Februari dan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat pertengahan Maret lalu. Mt. Gox menghentikan operasionalnya pada 24 Februari dan mengaku kehilangan sekitar 850.000 bitcoin yang nilainya mencapai hampir US$500.000.000. Dari jumlah tersebut, aset perusahaan berjumlah 100.000 bitcoin sementara 750.000 bitcoin lainnya adalah milik nasabah. Sampai saat ini, sistem Bitcoin sendiri masih aman dan belum ada yang bisa melakukan hacking untuk mengacaukan desain yang telah dibuat.

Oleh karena itu, jatuhnya nilai bitcoin setelah kasus Mt. Gox tidak akan menggoyahkan stabilitasnya. “Sejarah telah membuktikan, nilai bitcoin pernah jauh lebih terpuruk dibandingkan keterpurukannya setelah kasus Mt. Gox ini. Dan setelah itu, bitcoin tetap bisa bangkit kembali. Ini tidak pernah bisa dilakukan oleh mata uang apa pun di seluruh dunia,” ujar Oscar. Jika benar demikian, bitcoin tentu akan menjadi instrumen investasi yang menarik di masa depan. Ketika cadangan emas terus menipis, bitcoin bisa menjadi “emas” baru yang nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menambang BITCOIN

Jika mengacu pada analogi yang dikemukakan Oscar, semakin jelas alasan mengapa aktivitas untuk mendapatkan bitcoin disebut dengan menambang (mining). Sebab, tingkat kesulitan untuk mendapatkan bitcoin memang tidak ubahnya seperti menambang emas. Setiap pengguna yang terhubung ke jaringan Bitcoin berpeluang untuk mendapatkan cryptocurrency ini dengan menggunakan hardware dan software khusus. Kemungkinan seseorang untuk mendapatkan bitcoin sangat tergantung pada kekuatan komputasi yang dikontribusikan ke dalam jaringan. Selain itu, gabungan kekuatan komputasi dari semua node yang tergabung dalam jaringan juga amat menentukan. Kekuatan jaringan Bitcoin sendiri digambarkan dengan hash rate, yaitu estimasi kasar dalam memproses “hash” (SHA256(SHA2569(x)).

Hash inilah yang mendominasi workload pemrosesan blok-blok penghasil bitcoin. Hash rate menunjukkan dua hal, kecepatan kode untuk melakukan proses dan kecepatan hardware untuk memproses kode tersebut. Kemungkinan untuk menemukan sebuah blok penghasil bitcoin proporsional dengan hash rate suatu perangkat yang digunakan untuk menambang. Apabila dilakukan pengamatan dalam jangka waktu yang cukup, penambang bisa mendapatkan bitcoin sesuai de-ngan persentase dari total porsi tenaga penambangan yang disumbangkan.

Prinisip ini berlaku untuk penambang perorangan (solo mine) maupun penambang berkelompok (pool mine). Contohnya, jika dijalankan dalam waktu yang cukup lama, perangkat penambang berkekuatan 10 GH/s bisa “menangkap” bitcon 12,5 kali lebih banyak dibandingkan perangkat penambang berkekuatan 800 MH/s. Eko Juniarto, salah seorang penambang aktif bitcoin, berbagi sedikit pengalamannya mengenai aktivitas cryptocurrency mining ini. Ia pertama kali mengenal bitcoin awal tahun lalu, ketika nilai bitcoin berada di kisaran US$50 dan semakin menurun terhadap mata uang riil. “Dulu saya mining dengan menggunakan CPU dan GPU, tapi tahun ini sudah beralih menggunakan chip miner khusus,” katanya.

Saat menanyakan alasannya beralih dari CPU dan GPU ke chip miner khusus, Eko menjawab, “karena perbedaannya bagaikan langit dan bumi”. Sebagai ilustrasi, mining dengan menggunakan CPU quadcore extreme hanya mencatat hash rate 6 MH/s, mining dengan menggunakan GPU NVIDIA GTX 580 mencapai 150 MH/s (25 kali lebih cepat dibandingkan CPU quad-core extreme). Sedangkan mining menggunakan Red Fury bisa mencapai 2,5 GH/s (hampir 17 kali lebih cepat dibandingkan GPU NVIDIA GTX 580)! Selain itu, dari sisi harga dan konsumsi listrik, Red Fury jauh lebih rendah.

Harga CPU quad-core extreme, NVIDIA GTX 580, dan Red Fury berturut-turut adalah Rp2,5 juta, Rp5 juta, dan Rp1 juta. Sementara konsumsi listrik CPU quad-core extreme, NVIDIA GTX 580, dan Red Fury berturut-turut adalah 90 watt, 300 watt, dan 2 watt. Perangkat yang digunakan untuk menambang bitcoin ini cukup beragam. Penambang pemula biasanya memulai aktivitasnya menggunakan perangkat yang paling “sederhana” seperti komponen PC (CPU dan GPU).

Setelah merasa perlu tenaga komputasi yang lebih mumpuni untuk menambang bitcoin, perangkat dengan chip miner khusus yang juga dikenal sebagai ASIC bitcoin miner. Perangkat yang terakhir disebut ini memang dirancang secara khusus untuk menambang cryptocurrency seperti bitcoin. Wujudnya bisa berupa USB flash drive, mining card yang mirip seperti GPU, atau seperti sebuah mini PC. Salah satu produsen yang khusus mengembangkan ASIC bitcoin miner adalah Butterfly Labs.

Uniknya, ada salah satu GPU yang menjadi favorit para penambang bitcoin karena perbandingan antara kinerja dan harganya yang mengesankan. GPU itu adalah Radeon R9 290X. Menurut Oscar, hal ini bisa terjadi karena GPU tersebut memiliki kemampuan komputasi algoritma yang lebih baik dibandingkan GPU dari NVIDIA. Terlebih lagi, harganya lebih terjangkau dibandingkan pesaingnya. Inilah yang menyebabkan GPU tersebut sempat hilang dari pasar, seperti diberitakan oleh Maximum PC akhir tahun lalu.

Akuakultur Indonesia Menuju Revolusi Biru

“Dalam SiSTem Dan USaha agribiSniS aKUaKUlTUr yang paling lemah saat ini adalah onfarm. Bagaimana mendorong on-farm ini mengubah paradigmanya dari budaya tradisional ke budaya bisnis dan melihat akuakultur sebagai suatu sistem dan usaha agribisnis untuk mewujudkan revolusi biru,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.

Apakah Indonesia punya pengalaman revolusi dalam agribisnis?

Kita sudah punya tiga revolusi di bidang agribisnis. Pertama, revolusi hijau di bidang pangan dengan swasembada beras pada 1984. Kedua, revolusi ung – gas mencapai swasembada ayam negeri, baik da – ging maupun telurnya. Dan ketiga, revolusi sawit yang dimulai dari kerjasama antara PTPN dengan petani plasma, lalu datang para pengusaha swasta dan petani mandiri. Sekarang kita menjadi raja sawit dunia karena ada kerjasama yang baik antara para petani, pengusaha, dan pemerintah. Saat ini sekitar 45% dari total sawit tersebut ada di tangan petani. Kata kunci keberhasilan dari ketiga revolusi tersebut adalah kemitraan yang baik antara petani/peternak, pengusaha, dan pemerintah. Masalah utama di perikanan budidaya adalah paradigma para pelakunya termasuk pemerintah yang melihat akuakultur sebagai budaya atau way of life belum sebagai bisnis. Jika melihatnya sebagai bisnis, maka harus mengutamakan pasar dan perhi – tungan laba rugi. Misalnya, pasar membutuhkan udang, maka fokus usaha pada udang termasuk kebijakan, strategi, program, dan sumberdayanya. Dengan demikian bisnis udang ini bisa berkembang lebih besar seperti sawit. Tidak berlebihan jika mengharapkan revolusi agribisnis keempat di Indonesia akan datang dari budidaya udang.

Bagaimana kita memulainya?

Mulailah dengan yang sudah kita miliki dan dari titik paling lemah. Kembangkan model yang tidak menyisihkan rakyat. Subsistem on-farm di akuakultur merupakan titik paling lemah dalam sistem agribis – nis. Sekarang on-farm atau budidaya masih 80% SUARA AGRIBISNIS Bungaran Saragih tradisional, maka mulai dari yang tradisional ini dimo – dernisasi. Perlu diubah paradigmanya dari budaya tra – disional menjadi budaya modern atau budaya bisnis. Lalu perlu dibentuk organisasi bisnisnya, apakah itu dalam satu komoditas atau dalam satu wilayah ter – tentu seperti kluster. Selanjutnya mereka diajarkan ber organisasi secara modern. Jika organisasi ini telah terbentuk, kaitkan dengan industri hulu dan hilirnya secara baik. Biasanya di hulu dan hilir sudah merupakan industri modern dan usaha yang sudah maju.

Karena itu, perlu dikembangkan kemitraan yang baik antara organisasi petambak dan petani ikan (on-farm agribusiness) dengan industri hulu dan hilir (up-stream dan downstream agribusiness). Alasannya, tidak mungkin akan diperoleh industri hulu dan hilir yang maju jika onfarm-nya tetap tradisional. Jadi harus ada semangat kebersamaan, semangat kemitraan yang sinergis satu sama lain sehingga kita bisa menjadikan akuakultur sebagai revolusi biru.

Bagaimana dengan pengembangan riset akuakultur?

Untuk mengembangkan riset modern di perikanan budidaya perlu ditiru pengembangan riset di sawit. Riset di sawit diawali dari riset milik pemerintah, bela – kangan berkembang juga riset modern dari per usa – haan-perusahaan sawit swasta. Dari riset modern ini dihasilkan benih-benih baru, teknologi pupuk dan pe – mupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pro sesing yang maju. Sementara di akuakultur riset masih sangat tergan – tung pada pemerintah terutama yang dilakukan pu satpusat penelitian di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebenarnya perikanan budidaya bisa le bih maju risetnya dan lebih cepat perkembang an nya dengan meniru model yang dikembangkan di in dustri sawit. Dan riset yang baik hanya mungkin dila ku kan perusahaan-perusahaan yang sudah mempu nyai modal dan sumberdaya manusia yang besar dan baik. Penelitian mengenai pembibitan, pakan ikan, obatobatan modern merupakan topik penelitian yang per lu mendapat prioritas dalam pengembangan akua kultur. Dalam hal ini akuakultur bisa belajar dari peng alaman pengembangan agribisnis ayam modern di Indonesia.