Menggugat Janji Pengembang Bebas Banjir

Merasa tertipu oleh pengembang karena diimingimingi hunian bebas banjir? Coba periksa perjanjian jual-beli Anda, apakah Anda mendapat hak ganti rugi bila pengembang ingkar janji? “Kawasan Bebas Banjir”. Itulah kalimat menggoda yang kerap dilontarkan pengembang dalam menjual produk hunian mereka. Tahukah Anda, para pengembang tersebut harus berusaha keras untuk mendapatkan status tersebut?

Mereka harus meminta izin kepada dinas terkait, salah satunya adalah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, guna mendapatkan pernyataan bahwa kawasan tersebut bebas banjir. Surat ini kemudian menjadi salah satu syarat yang harus pengembang penuhi agar bank dapat mengeluarkan dana pinjaman pembangunan. Eko Waluyo, Division Head Corporate Secretary Division Bank BTN, mengungkapkan sebelum dilakukan pembangunan, pengembang diminta memberikan siteplan atau rencana tata letak perumahan.

Di dalam siteplan tersebut harus terdapat rencana pembangunan peil banjir (tata aliran pencegah banjir beserta menuju ke mana sistem pengalirannya) dan RTH (ruang terbuka hijau) untuk mempercepat resapan air. Bila pengembang hanya menyertakan omong kosong belaka, tanpa disertai bukti, maka pihak bank tidak akan mencairkan pinjaman dana konstruksi yang diajukan pengembang.

Berbeda kasus, misalnya bila kawasan hunian tersebut sudah memasuki usia 2 tahun dan baru dilanda banjir, bisa jadi penyebabnya adalah adanya pembangunan baru di kawasan perumahan sekitarnya yang menutup area resapan air. “Bila dalam tahun-tahun belakangan ternyata daerahnya banjir, bisa jadi karena kawasan yang awalnya digunakan sebagai area resapan dikonversikan menjadi sebuah bangunan komersil atau pabrik. Imbasnya kawasan sekitarnya jadi terkena banjir,” ujar Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *